I. INDUSTRI PELAPISAN LOGAM
Pelapisan logam merupakan pengendapan satu lapisan tipis pada suatu permukaan logam atau plastik yang biasanya dilakukan secara elektrolit, tetapi dapat juga hanya menggunakan reaksi kimia.
a. Bahan Baku dan Penunjang
Bahan baku : logam yang akan mengalami proses pelapisan logam
Bahan penunjang :
- Air
- Pelarut (benzena, trikloroetilen, metil klorida, toluene, karbon tetra klorida/CCl4, Natrium karbonat, kostik, sianida, boraks, sabun,asam sulfat,asam hidroklorida, dsb)
b. Proses Pengolahan
Adapun proses pengolahan pelapisan logam dapat ditunjukkan oleh diagram bolok berikut :
- Pada tahap awal operasi pelapisan logam, logam di bersihkan dari lemak dengan menggunakan pelarut anatara lain : benzena, trikloroetilen, metil klorida, toluene dan carbon tetraklorida. Kemudian logam selanjutnya dibilas dengan air untuk menghilangkan lemak dan pelarut yang tersisa
- Untuk pembersihan logam lebih lanjut, logam dapat dibersihkan menggunakan larutan basa misalnya : natrium karbonat, kostik, sianida, boraks atau sabun. Kemudian logam selanjutnya di bilas
- Logam yang telah bersih kemudian di bawa ke proses pengasaman atau pengupasan untuk menghilangkan kerak atau karat dari logam. Pengasaman menggunakan larutan asam sulfat atau asam klorida. Proses pengupasan yang terbaru adalah menggunakan pembersih elektrik yang dilakukan dengan penangas alkali
- Dalam proses pelapisan terbagi dua yaitu :
- Pelapisan tanpa listrik, suatu lapisan dilekatkan pada plastik atau logam dengan daya katalis atau pemindahan.
- Dalam pelapisan elektrik, logam berfungsi sebagai katoda dalam sel elektrolisis sementara ion logam diberikan oleh anoda atau garam logam. Garam logam yang umunya digunakan adalah : tembaga, nikel, kromium, seng, asam, alkali, sianida, kadmium, timbal, timah, emas, perak, platina.
Pada proses pelapisan inilah terjadi pengendapan satu lapisan tipis oksida (dalam hal ini adalah garam logam) pada permukaan logam. Kemudian setelah tahap ini selesai, logam dibilas dapat dengan menggunakan penangas tetap, penangas mengalir, atau pembilasan semprot.
II. SUMBER LIMBAH PELAPISAN LOGAM
Adapun sumber lmbah dari industri pelapisan logam antara lain :
- Pembuangan lemak dengan pelarut membuat pelarut itu sendiri menjadi limbah. Kebanyakan pelarut ini berbahaya bagi lingkungan.
- Larutan alkali pembersih mengandung padatan tersuspensi, lemak sabun dengan tingkat pH yang tinggi.
- Pengasaman menghasilkan pembuangan larutan asam secara berkala, larutan asam buanan, dan air bilasan dengan pH rendah.
- Pelapisan logam biasanya mengandung sianida dan logam yang dilapisi
- Air bilasan yang biasnya mengandung pelarut-pelarut dan logam-logam yang digunakan. Sember utama air limbah adalah larutan pembilasan yang agak encer dan sering mengandung 5mg/l – 50mg/l ion logam beracun.
- Limbah padat dari hasil pengolahan air buangan berbentuk lumpur. Hasil lain adalah dari perolehan kembali larutan, logam dan endapan saringan.
III. PROSES PENGOLAHAN LIMBAH PELAPISAN LOGAM
1. Pengolahan Limbah Padat
Limbah padat mengandung semua logam berat beracun yang berasal dari operasi pelapisan, dan harus ditangani dengan hati-hati. Endapan hidroksa logam dapat larut kembali jika terkena air hujan pada pH 5,5 sampai 6,5. lumpur harusa dihilangkan airnya dengan menggunakan saringan bertekanan, saringan sabuk, atau unggun pasir pengering. Lumpur yang sudah dihilangkan airnya disimpan pada tempat tertutup sampai ditemukan tanah yang aman dan dapat mencegah penyebaran logam karena kebocoran.
2. Pengolahan Limbah Cair
Pengolahan limbah dalam industri pelapisan diutamakan pada penghilangan logam, asam, alkali, sianida dan kadang-kadang pelarut yang membahayakan lingkungan. Biasanya limbah dipisahkan antara : limbah yang mengandung sianida, limbah mengandung krom dan limbah lainnya (logam, asam dan alkali)
1) Sianida dihancurkan dengan oksidasi. Klorinasi basa dengan menggunakan kostik dan kemudian klor(gas clor atau hipoklorit) adalah cara efektif dengan penambahan tiosulfat untuk penghilangan klor. Ozonisasi biasanya juga digunakan dimana penghancuran lami dengan menggunakan oksigen dari uadara di dalam kolam-kolam yang tersedia.
2) Krom dapat dihilangkan setelah direduksi menjadi bentuk bermartabat tiga yang kurang beracun. Pada pH rendah belerang dioksida, natrim bisulfit, ferosulfat atau metabisulfat dapat digunakan untuk mereduksi krom bermartabat enam. Larutan krom ini biasanya dicampur dengan larutan sianida yang telah diolah dan limbah pelapisan lainnya untuk diolah
3) Logam diendapkan pada pH tinggi dengan penambahan kapur dan/atau kostik. Logam yang berbeda mengendap pada pH yang berbeda antara 8-11, sehingga agar pengolahan berlangsung efektif, perlu dilakukan dalam beberapa tahap. Masing-masing satu tahap pada pH tertentu dengan penambahan lumpur pada akhir setiap tahap. Zat Bantu penggumpal seperti feriklorida, tawas dan polielektrolit sering digunakan untuk pemisahan zat padat-cair. Penjernihan perlu dirancang dengan benar agar lumpur hidrolisa logam dapat dipisahkan dengan tuntas.
Pada pengolahan limbah cair ini, pengolahan untuk skala kecil biasanya secara batch.
IV. PARAMETER UTAMA LIMBAH PELAPISAN LOGAM
Baku mutu limbah cair industri pelapisan logam , berlaku bagi semua industri baru atau yang diperluas dan semua industri baru mulai tahun 1995
Baku mutu limbah cair bagi industri yang sudah beroperasi



























