Feeds:
Tulisan
Komentar

I. INDUSTRI PELAPISAN LOGAM

Pelapisan logam merupakan pengendapan satu lapisan tipis pada suatu permukaan logam atau plastik yang biasanya dilakukan secara elektrolit, tetapi dapat juga hanya menggunakan reaksi kimia.

a. Bahan Baku dan Penunjang

Bahan baku          :           logam yang akan mengalami proses pelapisan logam

Bahan penunjang :

  • Air
  • Pelarut (benzena, trikloroetilen, metil klorida, toluene, karbon tetra klorida/CCl4, Natrium karbonat, kostik, sianida, boraks, sabun,asam sulfat,asam hidroklorida, dsb)

b. Proses Pengolahan

Adapun proses pengolahan pelapisan logam dapat ditunjukkan oleh diagram bolok berikut :

  • Pada tahap awal operasi pelapisan logam, logam di bersihkan dari lemak dengan menggunakan pelarut anatara lain : benzena, trikloroetilen, metil klorida, toluene dan carbon tetraklorida. Kemudian logam selanjutnya dibilas dengan air untuk menghilangkan lemak dan pelarut yang tersisa
  • Untuk pembersihan logam lebih lanjut, logam dapat dibersihkan menggunakan larutan basa misalnya : natrium karbonat, kostik, sianida, boraks atau sabun. Kemudian logam selanjutnya di bilas
  • Logam yang telah bersih kemudian di bawa ke proses pengasaman atau pengupasan untuk menghilangkan kerak atau karat dari logam. Pengasaman menggunakan larutan asam sulfat atau asam klorida. Proses pengupasan yang terbaru adalah menggunakan pembersih elektrik yang dilakukan dengan penangas alkali
  • Dalam proses pelapisan terbagi dua yaitu :
  1. Pelapisan tanpa listrik, suatu lapisan dilekatkan pada plastik atau logam dengan daya katalis atau pemindahan.
  2. Dalam pelapisan elektrik, logam berfungsi sebagai katoda dalam sel elektrolisis sementara ion logam diberikan oleh anoda atau garam logam. Garam logam yang umunya digunakan adalah : tembaga, nikel, kromium, seng, asam, alkali, sianida, kadmium, timbal, timah, emas, perak, platina.

Pada proses pelapisan inilah terjadi pengendapan satu lapisan tipis oksida (dalam hal ini adalah garam logam) pada permukaan logam. Kemudian setelah tahap ini selesai, logam dibilas dapat dengan menggunakan penangas tetap, penangas mengalir, atau pembilasan semprot.

II. SUMBER LIMBAH PELAPISAN LOGAM

Adapun sumber lmbah dari industri pelapisan logam antara lain :

  1. Pembuangan lemak dengan pelarut membuat pelarut itu sendiri menjadi limbah. Kebanyakan pelarut ini berbahaya bagi lingkungan.
  2. Larutan alkali pembersih mengandung padatan tersuspensi, lemak sabun dengan tingkat pH yang tinggi.
  3. Pengasaman menghasilkan pembuangan larutan asam secara berkala, larutan asam buanan, dan air bilasan dengan pH rendah.
  4. Pelapisan logam biasanya mengandung sianida dan logam yang dilapisi
  5. Air bilasan yang biasnya mengandung pelarut-pelarut dan logam-logam yang digunakan. Sember utama air limbah adalah larutan pembilasan yang agak encer dan sering mengandung 5mg/l – 50mg/l ion logam beracun.
  6. Limbah padat dari hasil pengolahan air buangan berbentuk lumpur. Hasil lain adalah dari perolehan kembali larutan, logam dan endapan saringan.

III. PROSES PENGOLAHAN LIMBAH PELAPISAN LOGAM

1. Pengolahan Limbah Padat

Limbah padat mengandung semua logam berat beracun yang berasal dari operasi pelapisan, dan harus ditangani dengan hati-hati. Endapan hidroksa logam dapat larut kembali jika terkena air hujan pada pH 5,5 sampai 6,5. lumpur harusa dihilangkan airnya dengan menggunakan saringan bertekanan, saringan sabuk, atau unggun pasir pengering. Lumpur yang sudah dihilangkan airnya disimpan pada tempat tertutup sampai ditemukan tanah yang aman dan dapat mencegah penyebaran logam karena kebocoran.

2. Pengolahan Limbah Cair

Pengolahan limbah dalam industri pelapisan diutamakan pada penghilangan logam, asam, alkali, sianida dan kadang-kadang pelarut yang membahayakan lingkungan. Biasanya limbah dipisahkan antara : limbah yang mengandung sianida, limbah mengandung krom dan limbah lainnya (logam, asam dan alkali)

1)     Sianida dihancurkan dengan oksidasi. Klorinasi basa dengan menggunakan kostik dan kemudian klor(gas clor atau hipoklorit) adalah cara efektif dengan penambahan tiosulfat untuk penghilangan klor.  Ozonisasi biasanya juga digunakan dimana penghancuran lami dengan menggunakan oksigen dari uadara di dalam kolam-kolam yang tersedia.

2)     Krom dapat dihilangkan setelah direduksi menjadi bentuk bermartabat tiga yang kurang beracun. Pada pH rendah belerang dioksida, natrim bisulfit, ferosulfat atau metabisulfat dapat digunakan untuk mereduksi krom bermartabat enam. Larutan krom ini biasanya dicampur dengan larutan sianida yang telah diolah dan limbah pelapisan lainnya untuk diolah

3)     Logam diendapkan pada pH tinggi dengan penambahan kapur dan/atau kostik. Logam yang berbeda mengendap pada pH yang berbeda antara 8-11, sehingga agar pengolahan berlangsung efektif, perlu dilakukan dalam beberapa tahap. Masing-masing satu tahap pada pH tertentu dengan penambahan lumpur pada akhir setiap tahap. Zat Bantu penggumpal seperti feriklorida, tawas dan polielektrolit sering digunakan untuk pemisahan zat padat-cair. Penjernihan perlu dirancang dengan benar agar lumpur hidrolisa logam dapat dipisahkan dengan tuntas.

Pada pengolahan limbah cair ini, pengolahan untuk skala kecil biasanya secara batch.

IV.       PARAMETER UTAMA LIMBAH PELAPISAN LOGAM 

Baku mutu limbah cair industri pelapisan logam , berlaku bagi semua industri baru atau yang diperluas dan semua industri baru  mulai tahun 1995

 

Baku mutu limbah cair bagi industri yang sudah beroperasi

 

Ekstraksi

A. Pengertian

Ekstraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut.
Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larut yang berbeda dari komponen-komponen dalam campuran.Suatu proses ekstraksi biasanya melibatkan tahap-tahap berikut ini :

  • Mencampur bahan ekstraksi dengan pelarut dan membiarkannya saling berkontak.
  • Memisahkan larutan ekstrak dari rafinat,kebanyakan dengan cara penjernihan atau filtrasi.
  • Mengisolasi ekstark dan pelarut dan larutan ekstrak  dan mendapatkan kembali pelarut umumnya dengan meguapkan pelarut.

sedangkan pemilihan pelarut pada umumnya dipengaruhi oleh beberapa factor :

  • Selektivitas
  • Kelarutan
  • Kemampuan tidak saling bercampur
  • Kerapatan
  • Reaktivitas
  • Titik didh
  • Kriteria lain

 

B. Ekstraksi Padat-Cair

Pada ekstraksi padat-cair, satu atau beberapa komponen yang dapat larut dipisahkan dari bahan padat dengan bantuan pelarut. Proses ini sering digunakan secara teknis dalam skala besar terutama di bidang industri bahan alami dan makanan misalnya bahan-bahan aktif dari tumbuhan atau organ-organ binatang untuk keperluan farmasi, gula dari ubi, minyak dari biji-bijian, kopi dari biji kopi.
Untuk mencapai unjuk kerja atau kecepatan ekstraksi yang tinggi pada ekstraksi padat-cair, syarat-syarat beikut harus dipenuhi :

  • Karena perpindahan massaberlangsung pada bidang kontak antara fasa padat dan fasa cair, maka bahan itu perlu sekali memiliki  permukaan yang seluas mungkin.
  • Kecepatan alir pelarut sedapat mungkin besar dibandingkan dengan laju alir bahan ekstraksi, agar ekstraksi yang terlarut dapat segera diangkut keluar dari permukaan bahan padat.
  • Suhu yang lebih tinggi (viskositas pelarut lebih rendah, kelarutan ekstrak lebih besar) pada umumnya menguntungkan unjuk kerja ekstraksi
1. Ekstraktor padat-cair tak kontinu

Prinsip kerja : dalam hal yang paling sederhana bahan ekstraksi padat dicampur beberapa kali dengan pelarut segar di dalam sebuah tangki pengaduk. Ekstraktor-ekstraktor yang sebenarnya adalah tangki-tangki dengan pelat ayak yang dipasang di dalamnya. Ekstraktor semacam ini hanya sesuai untuk bahan padat dengan partikel yang tidak terlalu halus. Yang lebih ekonomis lagi adalah penggabungan beberapa ekstraktor-ekstraktor yang dipasang seri dan aliran beberapa bahan ekstraksi berlawanan dengan aliran pelarut, pada ekstraksi bahan-bahan yang peka terhadap suhu terdapat sebuah bak penampung sebagai pengganti ketel destilasi. Dari bak tersebut larutan ekstrak dialirkan ke dalam alat penguap vakum. Uap pelarut yang terbentuk kemudian dikondensasikan, pelarut didinginkan dan dialirkan kembali ke dalam ekstraktor dalam keadaan dingin. 

2.  Ekstraktor padat-cair tak kontinu

cara kerja ekstraktor ini serupa dengan ekstraktor-ekstraktor yang dipasang seri, tetapi pengisian, pengumpanan pelarut dan juga pengosongan berlangsung secara otomatik penuh dan terjadi dalam sebuah alat yang sama. Ekstraktor semacam ini kebanyakan hanya digunakan untuk bahan ekstraksi yang tersedia dalam kuantitas besar (mis : biji-bijian minyak, tumbuhan).

Jenis-jenis ekstraktor padat-cair kontinu :

  1. ekstraktor keranjang
     
    pada ekstraktor keranjang, bahan ekstraksi terus-menerus dimasukkan ke dalam sel-sel yang berbentuk juring atau sector dari sebuah rotor yang berputar lambat mengelilingi poros vertical. Bagian bawah sel-sel ditutup sebuah Pelat ayak

  2. ekstraktor sabuk
     pada ekstraktor ini, bahan ekstraksi diumpan secara kontinu di atas sabuk ayak yang melingkar. Disepanjang sabuk bahan dibasahi oleh pelarut atau larutan ekstrak dengan konsentrasi yang meningkat dan arah aliran berlawanan setelah itu bahan dikeluarkan dari ekstraktor

c. Ekstraksi Cair-Cair

pada ekstraksi cair-cair, satu komponen bahan atau lebih dari suatu campuran dipisahkan dengan bantuan pelarut. Ekstraksi cair-cair terutama digunakan, bila pemisahan campuran dengan cara destilasi tidak mungkin dilakukan (misalnya karena pembentukan azeotrof atau karena kepekaannaya terhadapa panas ) atau tidak ekonomis.

1. Ekstraktor cair-cair tak kontinu

Alat tak kontinu yang sederhana biasa digunakan misalnya untuk mengolah bahan dalam jumlah yang kecil atau bila hanya sesekali dilakukan ekstraksi. Ekstreaktor cair-cair tak kontinu lebih menguntungkan bagi proses pencampuran dan pemisahan adalah tangki yang bagian bawahnya runcing (dilengkapi dengan perkakas pengaduk, penyalur bawah maupun kaca intip yang tersebar pada seluruh ketinggiannya) larutan ekstrak yang dihasilkan setiap kali dipisahkan dengan cara penjernihan

2.  Ekstraktor cair-cair tak kontinu

operasi kontinu pada ekstraksi cair-cair dapat dilaksanakan dengan sederhana karena, tidak saja hanya pelarut, melainkan juga bahan ekstraksi cair secara mudah dapat dialirkan melalui bantuan pompa

  1. kolom ekstraksi
    Dalam sebuah kolom ekstraksi vertical bahan ekstraksi cair dan pelarut saling dikontakkan dengan arah aliran yang berlawanan. Dengan bantuan pompa cairan yang lebih ringan dimasukkan dari bagian bawah, dan cairan berat dari bagian atas kolom secara kointinu.
  2. kolom semprot
    pada kolom semprot, fasa ringan hanya didistribusikan satu kali oleh suatu perlengkapan distribusi yang berada di bawah ujung kolom. Tetes-tetes yang terbentuk bergelembung menembus fasa berat  dan berkumpul menjadi satu pada ujung kolom

     

  3. kolom pelat ayak
    fasa ringan yang berkumpul di bawah setiap pelat ayak didorong ke atas oleh fasa berat melalui lobang-lobang pelat dan pada saat yang sama terpecah menjadi tetes-tetes

     

 

Ekstraktor sentrifugal

Ekstraktor ini memanfaatkan gaya sentrifugal untuk pemisahan fasa, hal ini menguntungkan bila pelarut, walaupun memiliki selektifitas yang tinggi.

ABSORBER

A. Pengertian

Absorbsi ialah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas dengan cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan sorben cair yang diikuti dengan pelarutan.
Kelarutan gas yang akan diserap dapat disebabkan hanya oleh gaya-gaya fisik (pada absorbsi fisik) atau selain gaya tersebut juga oleh ikatan kimia (pada absorbsi kimia,juga disebut sorpsi kimia). Kecepatan absorbsi merupakan ukuran perpindahan massa antara fasa gas dan fasa cair, disamping pada perbedaan konsentrasi dan luas permukaan absorben.

B. Absorben

Absorben adalah cairan yang dapat melarutkan bahan yang akan diabsorpsi pada permukaannya,baik secara fisik atau dengan reaksi kimia. Absorben (juga disebut cairan pencuci) harus memenuhi persyaratan yang sangat beragam. Misalnya bahan itu harus :

  • Memiliki daya melarutkan bahan yang akan diabsorpsi yang sebesar mungkin (kebuthan akan cairan lebih sedikit,volume alat lebih kecil)
  • Sedapat mungkin sangat reaktif
  • Memiliki tekanan uap yang tinggi
  • Mempunyai viskositas yang rendah
  • Stabil secara termis dan murah

Absorben yang sering digunakan adalah air (untuk gas-gas yang dapat larut, atau untuk pemisahan partikel debu dan tetesan cairan), natrium hidroksida (untuk gas-gas yang dapat bereaksi seperti asam) dan asam sulfat (untuk gas-gas yang dapat bereaksi seperti basa)

C. Alat-alat Absorpsi

Alat absorpsi disebut juga absorber, adalah tempat campuran gas dan absorben dikontakkan satu sama lain secara intensif, biasanya dalam arah yang berlawanan.
Besarnya absorber (juga kuantitas absorben yang diperlukan) tidak hanya ditentukan oleh jumlah tahap yang lebih sedikit dari pada absorpsi fisik (alat menjadi lebih kecil) alat ini dapat dijadikan satu dengan absorber, atau dipasang dalam sistem sirkulasi absorber. Kadang-kadang satu kali absorpsi tidak cukup untuk memisahkan campuran multi komponen dalam hal ini dua atau lebih absorber harus dipasang secara seri. Selain itu absorber sring kali digunakan untuk melakukan presipitasi bahan-bahan padat atau debu dalam kuantitas kecil yang ikut terbawa dalam campuran gas.

Alat-alat absorpsi yang terpenting adalah alat pencuci, seperti :

  1. Menara Pencuci Dan Menara Linang
    Menara pencuci ini terdiri dari sebuah bejana kosong yang berbentuk silinder. Air disemprotkan ke dalamnya dengan alat penyembur. Dalam bentuknya yang disempurnakan, menara diisi dengan benda-benda jejal atau packing. Benda-benda ini diperciki air dari atas. Sedangkan gas yang membawa debu mengalir dari bawah.
  2. Pencuci Pusaran
    Pada pencuci pusaran gas yang mengandung debu mula-mula menumbuk permukaan air sehingga terjadi pemisahan awal. Kemudian oleh pelat-pelat penyalur, gas dibelokkan masuk kedalam air pencuci. Di dalam air pencuci terdapat perkakas pemusar air. Pencuci pusaran terutama sesuai untuk memisahkan debu-debu berukuran menengah dan kasar seperti debu, yang terdapat pada instalasi penggilingan, pencampuran dan pengeringan.
  3. Pencuci Pancaran
    Pencuci pancar pada prinsipnya adalah pompa pancar yang besar. Cairan pencuci disemburkan dalam gas melalui suatu alat yang disemprotkan dengan tekanan. Udara kotor dihisap dari samping dan bercampur secara intensif dengan cairan pencuci di dalam pipa pancar. Pencuci pancar sesuai untuk memisahkan debu-debu yang berukuran cukup halus.
  4. Pencuci Rotasi
    Cairan pencuci didistribusikan ke dalam suatu ruangan oleh sebuah cakran atau sikat yang berputar (pencuci sikat). Dengan cara ini terbentuk lapisan  tetesan air, dan gas mengandung debu harus melewati lapisan tersebut, sehingga terjadi pemisahan debu yang intensif. Pencuci rotasi sesuai untuk memisahkan debu-debu yang cukup halus dan yang kasar.
  5. Pencuci Venturi
    Udara yang mengandung debu yang masuk ke dalam pencuci dipertinggi kecepatannya oleh penyempitan pipa venturi. Cairan pencuci dipisahkan kembali dari aliran gas oleh belokan yang tajam dan oleh tumbukan.
  6. Alat Pemisah Loncatan Tekanan
    Pada alat pemisah loncatan tekanan,tekanan gas yang akan dibersihkan dilwatkan pada sejumlah besar cincin yangberbentuk khusus.Diantara cincin yang satu dengan yang lain terdapat lubang yang menyerupai celah.Pada saat gas menerobos celah,gas dibelokkan mengikuti lntasan yang berbentuk.

FILTRASI

A. Defenisi

      Filtrasi adalah pemisahan bahan secara mekanis berdasarkan ukuran partikelnya yang berbeda-beda. Filtrasi diterapkan untuk memisahkan bahan padat dari cairan atau gas, misalnya untuk mendapatkan suatu fraksi padat  yang diinginkan atau untuk membuang fraksi padat yang tidak dikehendaki.

B. Dasar Teori Filtrasi

Daya filtrasi (jumlah cairan atau gas yang menerobos per satuan waktu) dipengaruhi oleh:

  1. Luas Permukaan Filter
    Jumlah filtrat per satuan waktu berbanding langsung dengan luas permukaan media filter. Semakin besar luas media tersebut, semakin besar pula daya filtrasinya.
  2. Beda Tekanan Antara Kedua Sisi Media Filter
    Beda tekanan adalah gaya pendorong setiap proses filtrasi. Secara teoritis, daya filtrasi sebanding dengan beda tekanan. Gaya pendorong dapat ditimbulkan oleh:
  • tekanan hidrostatik
  • tekanan lebih (filtrasi tekanan)
  • tekanan rendah (filtrasi vakum)
  • gaya sentrifugal
  • Tahanan Media Filter
    Media filter yang berpori memiliki banyak saluran (kapiler, pori-pori). Tahanan media terhadap aliran yang menembusnya semakin kecil jika diameter kapiler semakin besar, yang berarti jumlah kapiler per satuan luas semakin sedikit. Tahanan media juga semakin kecil jika kapiler semakin pendek. Ini berarti bahwa semakin tipis dan kasar media filter itu, semakin besar daya filtrasinya.
  • Viskositas Cairan
    Semakin kecil viskositas cairan, semakin besar daya filtrasinya. Viskositas dapat dikurangi dengan meningkatkan suhu, namun sering mengakibatkan penggembungan (swelling) media filter, terjadinya proses korosi yang lebih cepat atau pelarutan kembali kristal-kristal.

C. Alat-alat Filtrasi

a) Kriteria Pemilihan Alat

Kriteria Pemilihan alat di pengaruhi oleh :

1. Jenis Campuran, Campuran gas-padat  memerlukan ruang filtrasi dan luas permukaan filter yang lebih besar daripada campuran cair-padat. Hal ini disebabkan volume gas lebih besar dari pada cairan. Disamping itu pada campuran gas-padat hanya mungkin digunakan beda tekanan yang kecil.

2. Jumlah Bahan Yang Lolos Dan Tertahan, Semakin besar jumlah campuran yang harus difiltrasi, semakin besar daya filtrasi yang diperlukan dan dengan demikian juga semakin besar luas permukaan total filter.
Ukuran pemanfaatan yang optimal dapat berupa luas permukaan filter yang sebesar mungkin dengan ruang filter yang sekecil mungkin.

3. Tekanan Filtrasi (Beda Tekanan), Tekanan filtrasi mempengaruhi jenis konstruksi dan ukuran alat filtrasi

4. Jenis Operasi,  Konstruksi alat pada dasarnya berbeda untuk operasi yang kontinu atau yang tidak kontinu.

5. Pencucian,  Bila kue filter harus dicuci , diperlukan tambahan perlengkapan untuk mencuci. Tergantung pada jenis cairan pencuci yang digunakan, yaitu apakah mengandung air, mudah terbakar atau beracun, maka alat filtrasi harus dikonstruksi dengan cara yang berbeda-beda (misalnya terbuka, tertutup, dengan perangkat penghisap, dengan ruang-ruang terpisah)

6. Sifat Bahan yang di filtrasi,  Baik konstruksi maupun bahan yang dipakai untuk membuat alat filtrasi tergantung pada bahan yang difiltrasi, apakah bersifat asam, basa, netral, mengandung air, mudah terbakar, tahan api, peka terhadap oksidasi, steril, panas atau dingin. Konstruksi dapat terbuka, tertutup atau dalam lingkungan gas inert.

7. Sifat Filtrasi,  apakah kue filter yang terbentuk dapat ditekan atau tidak dapat ditekan, tergantung pada ukuran dan bentuk partikel bahan padat. Sifat kue filter itu selanjutnya mempengaruhi luas permukaan filter, tebal kue, beda tekanan, dan juga ukuran pori dari media filter.

b) Alat Filtrasi

  • Filter Pasir
    Prinsip kerja : Cairan yang akan disaring mengalir dari atas ke bawah menembus lapisan pasir karena gaya filtrasi. Partikel padat yang akan dipisahkan tertahan dalam pasir. Media filter ini dapat dibersihkan dengan cara menyemprotnya dengan air dan udara bertekanan secara periodik.
    Fungsi : Filter pasir digunakan untuk filtrasi jernih (clarifying filtration) terutama untuk penanganan awal air minum atau untuk pembuatan air keperluan pabrik.
  • Filter Kelongsong
    Filter ini berupa silinder berongga yang terbuat dari bahan berpori. Silinder ini dapat secara tunggal dipasang di dalam saluran pipa , atau beberapa buah secara bersamaan di dalam bejana yang tahan tekanan. Cairan ditekan dari dalam dan menerobos keluar melalui dinding silinder.Filter kelongsong terutama digunakan untuk filtrasi jernih, khususnya sebagai penangkap kotoran di dalam saluran-saluran pipa cairan dan gas. Pembersihan dilakukan dengan cara melepaskannya kemudian mencucinya, atau dengan menggunakan perlengkapan penyiram atau pembilas yang dipasang di dalamnya.
  • Filter Spiral
    Filter spiral dapat dibuat sebagai alat yang terpasang tetap atau yang dapat dipindah-pindah, tanpa atau dengan mantel ganda untuk pemanasan. Filter ini digunakan untuk filtrasi jernih pada cairan dengan kandungan bahan padat yang rendah. Luas permukaan filter dapat mencapai 20 m2 dan tekanan hingga  6 bar.
  • Filter Pelat
    Filter pelat di satu pihak digunakan untuk filtrasi jernih dan di lain pihak untuk filtrasi bahan tersisa (residu filtration). Luas permukaan filter mulai dari 2 hingga kira-kira 80 m2 dan tekanan hingga 6 bar. Filter pelat, karena digunakan secara tertutup dan bertekanan, sesuai juga untuk filtrasi suspensi yang mengandung cairan panas atau mudah terbakar.
  • Filter Hisap
    Jenis konstruksi yang paling sederhana dari sebuah filter hisap adalah tangki segi empat atau bundar yang terbuka dengan media filter dipasang mendatar di dalamnya. Di atas sebuah kisi yang terbuat dari pelat keramik yang berlubang-lubang (sebagai landasan) ditempatkan batu-batu filter berpori. Batu filter ini direkat dengan dempul yang tahan terhadap pengaruh kimia. Suspensi yang akan difiltrasi dimasukkan dari atas. Bahan padat akan mengumpul pada batu-batu filter sebagai kue filter,  sedangkan filtrat mengalir keluar melalui batu-batu filter. Landasannya, serta pipa pembuangan yang terletak di bagian tengah. Dengan membuat vakum, perbedaan tekanan diperbesar sehingga daya filtrasi ditingkatkan. Filter seperti ini disebut filter hisap.
  • Pres Filter
    Pres filter terdiri atas elemen-elemen filter (hingga mencapai 100 buah) yang berdiri tegak atau terletak mendatar, disusun secara berdampingan atau satu di atas yang lain. Elemen-elemen ini terbuat dari pelat-pelat beralur yang dilapisi kain filter dan disusun pada balok-balok luncur sehingga dapat digeser-geser. Dengan suatu sumbu giling atau perlengkapan hidraulik, pelat-pelat itu dipres menjadi satu diantara bagian alat yang diam (bagian kepala) dan bagian yang bergerak. Saluran masuk dan saluran keluar terdapat dibagian kepala (untuk sistem tertutup) atau saluran keluarnya di samping pelat-pelat (untuk sistem terbuka).
  • Filter Putar
    Filter putar terdiri atas sebuah tromol ayak yang berputar lambat dan terbagi dalam sel-sel. Kain filter direntangkan pada permukaan tromol dan bagian bawah tromol tercelup di dalam bak berisi suspensi yang harus dipisahkan. Putaran dikontrol oleh bagian pengendali  yang tidak bergerak di pusat. Dalam satu kali putaran, pada setiap sel berlangsung berturut-turut:-       penghisapan suspensi dan pembentukan kue filter

    -       pencucian kue filter

    -       penghilangan kelembaban dari kue filter

    -       pelepasan dan penyapuan bersih kue filter

    -       pembilasan kue filter

     

  • Sentrifugasi Filtrasi
    Alat-alat sentrifugasi filtrasi yang paling sederhana dan bekerja secara tidak  kontinu, terdiri atas sebuah keranjang ayak yang berputar cepat di dalam sebuah rumah. Keranjang tersebut dapat terpasang vertikal (alat sentrifugasi ayun) atau horizontal (alat sentrifugasi kupas) dan sisi dalamnya dilapis dengan media filter. Keranjang dapat digerakkan dengan listrik atau secara hidraulik, secara langsung atau melalui sebuah kopling penggerak awal.

Perkenalan manusia dengan gejala radioaktivitas dimulai ketika fisikawan prancis, Antonic Henry Becquerel pada tahun 1896 menemukan unsur Uranium (U) yang menunjukkan gejala aneh dan belum pernah diketahui sebelumnya. Gejala aneh yang merupakan gejala radioaktivitas itu di temukan tidak sengaja, pada saat beliau sedang mempelajari fosforiensi dan fluoresensi. Unsur-unsur Uranium mengalami gejala radiasi tertentu dengan daya tembus yang sama dengan daya tembus sinar X.

Hal yang penting dari hasil penelitian ini adalah bahwa radiasi tidak bergantung pada bentuk senyawa kimia Uranium. Gejala pemancaran radiasi secara spontan dari Uranium tersebut disebut gejala Radioaktivitas.

Pada tahun 1898, yaitu selang waktu dua tahun dari penemuan Uranium. Pasangan suami-istri ahli kimia kabangsaan perancis Marie Curie (1867-1936) dan Pierre Curie (1859-1905) berhasil menemukan gejala sama seperti unsur Uranium. Kedua unsur baru itu ia namai Polonium (Po) dan Radium (Ra). Dalam kurun waktu berikutnya, puluhan bahan lain yang menunjukkkan Radioaktivitas semacam itu berhasil ditemukan oleh Becquerel dan Curie yang merupakan unsur radioaktif alam. Unsur-unsur tersebut terbentuk bersamaan dengan proses terbentuknya alam ini.
Darimana Sumber radiasi di lingkungan, bahaya apa yang ditimbulkan oleh zat radioaktif ini, bagaimana memproteksi nya dan bagaimana melakukan pertolongan pertama terhadap kecelaka’an zat Radioaktif  ini, secara sederhana dapat dilihat sbb :

  1. SUMBER-SUMBER RADIASI LINGKUNGAN
    Ditinjau dari proses terbentuknya unsur-unsur Radiaktif atau sumber-sumber radiasi lainnya yang ada di lingkungan ini dapat di kelompokkan kedalam dua golongan besar, yaitu sumber radiasi alam dan sumber radiasi buatan. Dikatakan sumber radiasi alam karana sumber-sumber itu sudah ada semenjak alam ini lahir. Sumber-sumber radiasi buatan yaitu sumber radiasi yang proses terbentuknya melibatkan interverensi manusia, baik sumber radiasi tersebut sengaja dibuat  untuk maksud –maksud tertentu atau merupakan hasil samping dari pemanfaatan tekhnolgi nuklir oleh umat manusia.

    A.     Radiasi Alam

    Bahan-bahan Radiaktif alam dapat berperan sebagai sumber radiasi alam. Jadi radiasi pada prinsipnya sudah ada sejak alam ini terbentuk secara garis besar. Radiasi alam atau sering juga disebut sebagai radiasi latar dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :

    • Radiasi ekstra teresterial (berasal dari angkasa luar)

    Radiasi dari angkasa luar yang paling penting untuk diketahui adalah : Radiasi Kosmis. Radiasi dari angkasa luar ini terdiri dari dua macam, yaitu : radiasi kosmis primer dan radiasi kosmis skunder. Radiasi kosmis skunder selanjutnya dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu : Radiasi kosmis galaksi, radiasi yang terperangkap dalam medan magnet bumi dan  radiasi kosmis dari matarahari.

    Reaksi nuklir yang terjadi dapat menghasilkan sinar kosmis skunder yang terdiri atas meson, elektron, foton, neutron, proton dan lain-lain.

    • Radiasi teresterial (berasal dari permukaan bumi)

    Sumber-sumber radiasi alam yang berada di permukaan bumi berasal dari bahan-bahan Radioaktif alam yang disebut Radionulkida Primodial. Bahan Radioaktif ini dapat ditemukan dalam lapisan tanah atau batuan, air, serta udara. Radiasi yang dipancarkan oleh radionuklida Primodial ini disebut Radiasi Terseterial. Radiasi ini berasal dari mineral-mineral yang adal dalam batu-batuan dan juga dalam tanah. Seringkali juga dinamakan Radiogeologi.

    B.      Radiasi Buatan

    Selain unsur Radioaktif alam, kita juga mengenal adanya unsur-unsur Radioaktif buatan yang tersebar di lingkungan hidup. Unsur-unsur Radioaktif buatan dapat terbentuk melalui proses fisi, proses aktivasi maupun transmutasi inti lainnya. Radiasi buatan dapat pula berasal dari sumber-sumber lain sperti pesawat sinar – X dan akselerator.

     

  2. BAHAYA AKIBAT ZAT RADIOAKTIF
    Eksplosi bom yang berasal dari salah satu fission menghasilkan suatu material-material yang Radioaktif.  Nuclus dari Uranium atau Plutonium kalau menangkap Neutron menjadi tidak stabil. Jika ledakan dari bom atom ini dekat pada bumi maka tanah juga terlempar sebagai debu ke atas. Juga karena adanya radiasi dari sinar Neutron yang kuat, maka debu ini sebagaian besar menjadi Radioaktif..

    A.     Bahaya Radiasi

    Pada dasarnya bahaya yang ditimbulkan oleh tenaga atom disebabkan oleh karena ionisasi sel-sel, jaringan-jaringan badan oleh radiasi yang bertenaga. Dalam batas-batas tertentu kulit-kulit manusia tahan terhadap sinar dari luar. Bagian luar kulit selalu di ganti dengan jaringan-jaringan baru oleh lapisan hidup. Penyinaran yang pendek dan sangat kuat tetapi terus-menerus dan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan yang permanen.

    Akibat radiasi terhadap manusia oleh Ellinge dibuat pernyataan sbb :

    • Menurut metode radiasi : Efek yang langsung disebut efek lokal, dan efek yang tidak langasung dinamakan efek sisitematik.
    • Menurut waktu dan efek : Efek dapat terjadi segera setelah perlakuan dan disebut efek segera. Namun, kerapkali beberapa waktu berlalau sebelum efek ini terlihat. Periode antara mulai penyinaran dan mulai kelihatan tanda-tanda gangguan dinamakanperiode laten. Akibat radiasi semacam ini dinamakan efek lambat.
    • Menurut kuantitas efek : Radiasi dapat membuat kerusakan atau perubahan dalam inti sel, sel-sel dan jaringan-jaringan.
    • menurut kualitas efek : Radiasi menghasilkan efek yang reversibleatau irreversible. Efek reversible atau ierreversible  ini tergantung pada besar-kecilnya dosis radiasi yang dipakai.
    B.      Bahaya Dilihat dari Sudut Sumber Radiasi

     Bahaya radiasi bermacam-macam. Efek dapat berbeda-beda, apakah  zat radioaktif masuk ke dalam tubuh ataukah hanya menyinari tubuh manusia dan luar saja. Dalam hal yang pertamapun masih ada tingkatan-tingkatan dalam besar-kecilnya bahaya.

    Besar-kecilnya peracunan zat Radioaktif yang efektif tergantung pada faktor-faktor dibawah ini:

    a.     Sifat-sifat dari zat-zat Radioaktif sendiri

    • Panjang setengah umur zat-zat Radioaktif : Makin panjang setengah umur, makin berbahay zat Radioaktif tersebut.
    • Besarnya tenaga : Makin besar tenaganya, makin berbahaya zat Radioaktif
    • Sifat radiasi : Bahaya yang paling besar disebabkan oleh karena sinar tidak dapat dilihat oleh mata.

    b.     Reaksi badan atau jaringan tubuh terhadap zat Radioaktif

    • Absorbsi badan terhadap zat Radioaktif : Semakin mudah badan atau bagian badan mengabsorbsi zat Radioaktif, semakin berbahaya zat tersebut.
    • Derajat lokalisasi selektif dalam badan : Bila zat Radioaktif tertelan biasanya mengendap di tempat-tempat tertentu
    • Daya eliminasi terhadap zat Radioaktif
      Daya Eliminasi yaitu : suatu daya upaya manusia untuk melepaskan zat Radioaktif dari badan manusia.

    c.      Metode eksperimen yang dipakai
    Eksperimen yang labih berbahaya adalah memakai zat-zat Radioaktif di luar tabung-tabung penyimpanan (container) dan langsung berhubungan dengan manusia.

    C.     Bahaya Menggunakan Zat-zat Radioaktif

    Bahaya-bahaya yang timbul akibat penggunaan zat Radioaktif dapat dibedakan sbb :
    a. Pengendapan zat-zat Radioaktif ke dalam badan

    • Menelan zat Radioaktif
      Menelan zat Radioaktif ini dapat dibedakan menjadi yang gawat (accute) dan kronis (Chronic). Dalam keadaan yang gawat, zat-zat Radioaktif tertelan dalam jumlah yang relatif besar dalam bentuk larutan atau makanan. Dalam keadaan kronis, Radio-isotop tertelan terus-menerus dalam jumlah yang sangat kecil tetapi tertimbun disuatu bagian badan
    • Zat-zat Radioaktif terhisap masuk ke saluran pernapasan
      Masuknya Radio-isotop kedalam paru-paru merupakan bahaya yang tiga kali lipat, karena paru-paru langsung mendapat penyinaran dan paru-paru langsung mengabsorpsi bahan aktif. Msuknya isotop-isotop kedalam saluran respirasi dimungkinkan dalam bentuk gas, uap, sparay dan debu.
    • Absorpsi zat-zat Radioaktif oleh permukaan badan yang sehat dan luka
      Jika zat-zat Radioaktif dapat diabsorbsi badan melalui kulit yang sehat ataupun yang luka, dalam keadaan yang tidak menguntungkan merupakan penyimpanan aktivitas dalam kulit dan menghasilkan tumor.

    b. Penyinaran zat-zat Radioaktif dari luar terhadap badan

    1. Penyinaran seluruh tubuh dengan sinar-gamma
    2. Penyinaran seluruh tubuh dengan sinar-betta
    3. Peyinaran tangan atau sebagain dari tubuh oleh sinar-gamma atau sinar-betta
  3. PROTEKSI TERHADAP BAHAYA RADIASI SINAR RADIOAKTIF
    a. Penyesuaian laboratorium dan peralatan dengan tindakan-tindakan preventif
    Ruang-ruang dan laboratorium yang dipakai dalam percobaan yang mempergunakan radio-isotop harus spesial dibuat untuk keperluan itu. Contoh yang dapat dikemukakan adalah sbb:

    • Lantai harus mempunyai permukaan yang halus artinya harus kontinu
    • Tonjolan genting diusahakan sekecil-kecilnya, untuk itu digunakan genting as phalt
    • Ventilasi didalam ruang kurang lebih mempunyai kecepatan linear aliran udara 100-150 kaki permenit.
    • Tembok atau dinding dibuat dari bahan-bahan yang tidak berpori dan mudah dicuci.
    • Laboratorium tidak boleh dipakai untuk ruang makan atau merokok.
    • Jika jumlah aktivitas lebih besar, maka dipakai alat yang dinamakan the shilded optical system.

    b. Pemeriksaan laboratorium dan peralatan sebelum dipakai
    Pemeriksaan ada tidaknya sinar bahaya di dalam ruang-ruang laboratorium

    c. Proteksi terhadap personel yang bekerja
    Pekerja menggunakan pakaian yang baik ialah pakaian yang menutupi seluruh tubuh rapat-rapat.

     

  4. PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN RADIOAKTIF
    Pertolongan pertama terhadap kecelakaan disebabkan oleh zat Radioaktif , sbb :a)       Dengan alat pengukur P.I.C dan Film Badges diketahui bahwa personel atau pekerja dalam hari atau minggu itu mendapat sinar terlalu banyak. Pekerja tidak dapat bekerja sampai didapatkan dengan pasti bahwa kesehatannya tidak terganggu. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan urine, faeces dan darah. Bila ternyata ada gangguan yang dianggap serius, maka pasien harus dipisahkan dari pasien laindan pengawasan diserahkan kepada dokter.b)       Apabila kulit terperciki oleh zat-zat Radiaoaktif, entah luka atau tidak, harus segera dicuci. Bila setelah dicuci, ternyata masih terdapat kontaminasi, berarti belum cukup bersih, maka pakailah zat-zat dekontaminasi yang cocok dengan zat Radioaktif tersebut.c)       Perawatan yang dilakukan terhadap orang yang menelan zat larutan Radioaktif sama dengan perawatan yang dilakukan terhadap oarang yang terkena racun, pasien diusahakan agar muntah-muntah, sehingga zat-zat yang meracuni tersebut dapat keluar.d)      Debu, spray atau uap, zat Radioaktif yang telah masuk dalam saluran pernapasan (paru-paru), harus dikeluarkan dari paru-paru dan pasien harus dirawat.

“KOAGULASI”

Pengertian

            Ada partikel-partikel yang tidak larut dalam air ada yang larut. Partikel-partikel yang tidak larut mengambang dalam air ataupun membentuk endapan. Oleh karena itu ditambahkan zat kimia tertentu untuk membentuk partikel berukuran besar yan peristiwanya dikenal dengan koagulasi.

Koagulasi adalah : Proses penggumpalan melalui reaksi kimia . Reaksi  koagulasi dapat berjalan dengan membubuhkan zat pereaksi (koagulan)        sesuai dengan zat yang terlarut.

Bahan – bahan Koaguasi (Koagulan)

     Umumnya bahan koaguan yang banyak digunakan adalah kapur, tawas, dan kaporit. Pertimbangannya karena garam-garam Ca, Fe, dan Al bersifat tidak larut dalam air sehingga mampu mengendap bila bertemu dengan sisa-sisa basa.

     Tanah liat atau lempung. Umumnya berwarna abu-abu kehitaman dan berbau busuk. Lempung seperti ini biasanya terdapat di bawah endapan rawa atau di tepi sungai atau bekas galian. Lempung tersebut efektif untuk menghilangkan zat organik, mikroorganisme, dan senyawa lain yang menyebabkan warna dan kekeruhan.

     Tepung biji kelor (Moringa olafera) . Menggunakan biji kelor yang sudah tua dan kering yang dihaluskan kemudian ditambahkan air. Tepung biji kelor merupakan bahan penggumpal alami yang cukup efektif sebab biji kelor mengandung mirosin, emulsin, asam gliserid, asam polmirat, lemak dan minyak serta zat yang bersifat bakterisida

Proses  / peristiwa yang terjadi dalam Koagulasi

                                    Tempat melarutkan zat kimia (koagulan)

Dari skema sederhana diatas dapat di jelaskan peristiwa Koagulasi sbb :

  • Zat kimia (koagulan) yang digunakan dicampurkan dalam suatu wadah tertentu dengan air sebelum dimasukkan kedalam tempat koagulasi.
  •  Setelah koagulan siap, alirkan air yang akan di olah kedalam tempat koagulasi, masukkan koagulan. Untuk mempercepat reaksi maka dipergunakan bantuan pengaduk dengan kecepatan yang diatur. Hal ini bertujuan untuk mengontakkan seluruh bahan dengan air. Untuk mencapai hasil yang maksimal peralatan yang digunakan sebaiknya memiliki kecepatan tinggi, 30 feet perdetik atau lebih dengan waktu kontak 15 s /d 60 detik.
    Pada saat pengadukan akan terjadi reaksi antara garam-garam dengan sisa basa sbb:

Contoh pada penggunaan Alum sebagai bahan koagulan, akan terjadi reaksi dalam air, sbb :

Alumunium hidroksida akan mengendap perlahan sambil membawa bahan tersuspensi dan bahan-bahan yang dihasilkannya.

  •  Dari hasil reaksi koagulan itu endapan seanjutnya dipisahkan melalui filtrasi maupun sedimentasi. Sehingga dihasilkan air bersih.

Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja (spreadsheet) yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini, yang akan sangat membantu dalam menghitung, memproyeksikan, menganalisa dan mempresentasikan data ke dalam bentuk grafik atau diagram.

Saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office Excel 2007

  1. Sejarah Microsoft ExcelPada tahun 1982, Microsoft membuat sebuah program spreadsheet (lembar kerja) yang disebut dengan Multiplan, yang sangat populer dalam sistem-sistem CP/M, tapi tidak dalam sistem MS-DOS mengingat di sana sudah berdiri saingannya, yakni Lotus 1-2-3. Hal ini membuat Microsoft memulai pengembangan sebuah program spreadsheet yang baru yang disebut dengan Excel, dengan tujuan, seperti yang dikatakan oleh Doug Klunder, “do everything 1-2-3 does and do it better /melakukan apa yang dilakukan oleh 1-2-3 dan lebih baik lagi”.Versi pertama Excel dirilis untuk Macintosh pada tahun 1985 dan versi Windows-nya menyusul (dinomori versi 2.0) pada November 1987. Lotus ternyata terlambat turun ke pasar program spreadsheet untuk Windows, dan pada tahun tersebut, Lotus 1-2-3 masih berbasis MS-DOS. Pada tahun 1988, Excel pun mulai menggeser 1-2-3 dalam pangsa pasar program spreadsheetdan menjadikan Microsoft sebagai salah satu perusahaan pengembang aplikasi perangkat lunak untuk komputer pribadi yang andal. Prestasi ini mengukuhkan Microsoft sebagai kompetitor yang sangat kuat bagi 1-2-3 dan bahkan mereka mengembangkannya lebih baik lagi. Microsoft, dengan menggunakan keunggulannya, rata-rata merilis versi Excel baru setiap dua tahun sekali, dan versi Excel untuk Windows terakhir adalah Microsoft Office Excel 2007 (Excel 12), sementara untuk Macintosh (Mac OS X), versi terakhirnya adalah Microsoft Excel 2004.Excel merupakan program spreadsheet pertama yang mengizinkan pengguna untuk mendefinisikan bagaimana tampilan dari spreadsheet yang mereka sunting: font, atribut karakter, dan tampilan setiap sel. Excel juga menawarkan penghitungan kembali terhadap sel-sel secara cerdas, di mana hanya sel yang berkaitan dengan sel tersebut saja yang akan diperbarui nilanya (di mana program-program spreadsheet lainnya akan menghitung ulang keseluruhan data atau menunggu perintah khusus dari pengguna). Selain itu, Excel juga menawarkan fitur pengolahan grafik yang sangat baik. Ketika pertama kali dibundel ke dalam Microsoft Office pada tahun 1993, Microsoft pun mendesain ulang tampilan antarmuka yang digunakan oleh Microsoft Word dan Microsoft PowerPoint untuk mencocokkan dengan tampilan Microsoft Excel, yang pada waktu itu menjadi aplikasi spreadsheetyang paling disukai.Sejak tahun 1993, Excel telah memiliki bahasa pemrograman Visual Basic for Applications (VBA), yang dapat menambahkan kemampuan Excel untuk melakukan automatisasi di dalam Excel dan juga menambahkan fungsi-fungsi yang dapat didefinisikan oleh pengguna (user-defined functions/UDF) untuk digunakan di dalam worksheet. Dalam versi selanjutnya, bahkan Microsoft menambahkan sebuah integrated development environment (IDE) untuk bahasa VBA untuk Excel, sehingga memudahkan programmer untuk melakukan pembuatan program buatannya. Selain itu, Excel juga dapat merekam semua yang dilakukan oleh pengguna untuk menjadi macro, sehingga mampu melakukan automatisasi beberapa tugas. VBA juga mengizinkan pembuatan form dan kontrol yang terdapat di dalam worksheet untuk dapat berkomunikasi dengan penggunanya. Bahasa VBA juga mendukung penggunaan DLL ActiveX/COM, meski tidak dapat membuatnya. Versi VBA selanjutnya menambahkan dukungan terhadap class module sehingga mengizinkan penggunan teknik pemrograman berorientasi objek dalam VBA.
  2. Versi-Versi Microsoft ExcelTabel 2.1 versi-versi Microsoft Excel

    Tahun

    Versi Excel

    Sistem operasi

    Versi Microsoft Office

    1985

    Excel 1.0

    Apple Macintosh klasik

    Tidak ada Microsoft Office

    1987

    Excel 2.0 for Windows

    Microsoft Windows 2.0

    Tidak ada Microsoft Office

    1988

    Excel 1.5

    Apple Macintosh klasik

    Tidak ada Microsoft Office

    1989

    Excel 2.2

    Apple Macintosh klasik

    Tidak ada Microsoft Office

    1989

    Excel 2.2

    IBM OS/2

    Tidak ada Microsoft Office

    1990

    Excel 3.0

    Microsoft Windows 3.0

    Tidak ada Microsoft Office

    1990

    Excel 3.0

    Apple Macintosh

    Tidak ada Microsoft Office

    1991

    Excel 3.0

    IBM OS/2

    Tidak ada Microsoft Office

    1992

    Excel 4.0

    Microsoft Windows 3.0 dan Windows 3.1

    Tidak ada Microsoft Office

    1992

    Excel 4.0

    Apple Macintosh

    Tidak ada Microsoft Office

    1993

    Excel 5.0

    Windows 3.0, Windows 3.1, Windows 3.11, Windows for Workgroups, dan Windows NT (hanya versi 32-bit)

    Microsoft Office 4.2 dan Office 4.3

    1993

    Excel 5.0

    Apple Macintosh

    Tidak ada Microsoft Office

    1995

    Excel 7 for Windows 95

    Windows 95 dan Windows NT 3.1/3.50

    Microsoft Office 95

    1997

    Excel 97 (Excel 8)

    Windows 95, Windows NT 3.51/Windows NT 4.0

    Microsoft Office 97

    1998

    Excel 8.0

    Apple Macintosh

    Microsoft Office ’98 for Macintosh

    1999

    Excel 2000 (Excel 9)

    Windows 98, Windows Me, Windows 2000

    Microsoft Office 2000

    2000

    Excel 9.0

    Apple Macintosh

    Microsoft Office 2001 for Macintosh

    2001

    Excel 2002 (Excel 10)

    Windows 98, Windows Me, Windows 2000, Windows XP

    Microsoft Office XP

    2001

    Excel 10.0

    Apple Macintosh OS X

    Microsoft Office v. X

    2003

    Excel 2003 (Excel 11)

    Windows 2000 (Service Pack 3), Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008

    Microsoft Office System 2003

    2004

    Excel 11.0

    Apple Macintosh OS X

    Microsoft Office 2004 for Macintosh

    2007

    Excel 2007 (Excel 12)

    Microsoft Windows XP (dengan Service Pack 2 atau lebih tinggi), Windows Server 2003 (Service Pack 1), Windows Vista, serta Windows Server 2008.

    Microsoft Office System 2007

  3. Pengenalan Layar kerja MIcrosoft Excel

Catatan :

Formula Bar adalah : tempat dimana kita menuliskan rumus formula, tapi harus diingat bahwa penulisan rumus formula bukan berupa angka melainkan alamat cell / cell addressnya. Setiap kali menuliskan formula yang diperlukan harus selalu diawali dengan tanda sama dengan (=………) atau tanda tambah (+………).

Name Box adalah : tempat yang menunjukkan alamat dari cell / address cell yang ditunjuk oleh pointer. Sistem Informasi UKDW 2005 – Tutorial Microsoft Excel 2/16. Name box mencatat alamat cell pointer dengan diawali pencatatan nama kolom (A-IV) selanjutnya nomor baris (1-65536), sebagai contoh : → cell B5 dibaca kolom ke-2 ( yakni kolom B) baris ke-5.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.